GR ( TUBA – BARAT ) – Dalam rangka menyambut tahun baru 2018 Tiyuh Panaragan menggelar acara pesta rakyat dan mengukuhkan Forum Mulei Menganai, acara tersebut diselenggarakan di balai Tiyuh Panaragan Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Minggu (31/12/2017).
Dalam acara ini dihadiri Wakil Ketua I DPRD Tulang Bawang Barat Yantoni, Ketua Komisi C Faisol, SH, Tokoh adat Samsudin Ali, Kepalo tiyuh Bandar Dewa Nursilawati, Babinsa Mardista , dan ratusan masyarakat Panaragan, Banadar Dewa, Menggala Mas.
Ketua panitia Sandi menjelaskan, tujuan di bentuknya Forum Mulei Menganai (Bujang Gadis) untuk mempererat tali silaturahmi pemuda pemudi khususnya di tiyuh Panaragan.
” Tujuan kita membentuk Forum Mulei Menganai (Bujang Gadis) tiyuh Panaragan agar keakraban bujang gadis kita terjaga dan selalu bisa berkumpul dalam hal positif, misalnya : jika akan ada kegiatan yang bersifatnya memeriahkan Kampung seperti menyambut tahun baru, merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia (17 agustus,red),” jelas disela-sela persiapan acara tersebut.
Bukan hanya itu tambah Sandi, ” dengan adanya Forum Mulei Menganai ini mungkin bisa membantu kemajuan Tiyuh Panaragan, karena Forum ini kami siap membantu dalam semua hal positif dan berguna untuk masyarakat Panaragan, ” terangnya.
Di tempat yang sama Kepala tiyuh Panaragan Saibun Muin membeberkan, dengan adanya Forum Mulei Menganai Panaragan ini, kita bangun kebersamaan dan persatuan untuk kemajuan.
” tujuan di bentuk organisasi (FMMP) ini, agar para pemuda pemudi Tiyuh kita bisa kompak, bisa bersatu untuk maju, baik itu kemajuan buat mereka pribadi, buat masyarakat banyak, dan juga memberikan sumbangsih untuk pemerintah setempat, “ucap Saibun.
Saibun pun menjelaskan, kalau dalam acara ini tidak memakai kursi yang hanya duduk beralaskan ambal dan menggunakan penerang lilin itu mengingatkan jaman kekinian.
” disini kita atur berdasarkan kesepakatan bersama para pemuda -pemudi , artistik adat budaya Lampung Panaragan yaitu, dengan cara yang agak gelap-gelapan di karenakan mamakai lampu lilin saja dan kita duduk di lantai yang beralaskan tikar, mengingatkan pada jaman dahulu acara mulei-menganai jaga damar (bujang gadis duduk berhadapan dalam suatu acara/hajatan, red) duduknya dilantai beralaskan tikar dan lampu petromak atau sentir, ” paparnya.
” saya berharap kepada pemerintah setempat agar bisa mendukung penuh kegiatan-kegiatan Forum Mulei Menganai Panaragan ini, ” pinta Saibun.
Dalam acara ini yang di hibur oleh tarian daerah Lampung yakni siger penguten, tari kipas, lagu Lampung yang dibawakan oleh Irfani dan Mentari dan lebih meriahnya lagi ada bintang tamu yaitu tarian nenemo.
Tarian nenemo ini (nedes, nemen, nerimo), tarian yang khusus ciptaan dari dewan kesenian Kabupaten Tulang Bawang Barat, tampil pertama kali pada peresmian Islamic Centre tahun 2016 lalu.
Dalam sambutan Wakil Ketua I Yantoni ia mengapresiasi dengan digelarnya acara pembentukan dan pengukuhan Forum Mulei Tiyuh Panaragan.
” saya sangat mengapresiasi terbentuknya Forum ini, karena dengan terbentuknya Forum Mulei Menganai Tiyuh Panaragan berarti salah satu menambah potensi untuk membantu Tiyuh agar bisa lebih maju kedepannya, ” ungkapnya.
Yantoni pun menyampaikan kepada masyarakat khususnya Tiyuh (Desa) Panaragan, supaya jangan segan-segan untuk berkoordinasi kepada pemerintah setempat terutama kepada wakil rakyat.
” saya berharap kepada masyarakat Tulang Bawang Barat jangan sungkan untuk mendekati kami, kami siap untuk mendukung acara-acara yang seperti ini, demi untuk kemajuan kita bersama, ” tegasnya. (red)

















