Tarung uang ❌ Tarung pikiran ✅

banner 728x90

 

infogeh.com – Dalam satu diskusi kecil, salah seorang teman sempat bercerita ;

Sejak 2009 sampai 2024, berkali-kali dirinya berpartisipasi sebagai pemilih di ajang pemilu maupun pilkada. Nampaknya uang dan barang selalu menjadi pemenang, mengalahkan ide dan program.

 

Dan makin kesini, sepertinya situasi ini bukannya makin membaik, tapi malah sebaliknya.

 

Padahal sejatinya, momen pemilu dan pilkada, bahkan pilpres, dalam sistem demokrasi merupakan ajang bagi setiap partai serta politisinya, para pemimpin dan elitnya untuk berkompetisi gagasan.

Bukan malah ajang banyak-banyakan menabur uang dan barang, guna mencari simpati dan dukungan.

 

Teman tadi menambahkan.

Jangan pula nantinya tiba satu masa, saat anak cucu kita terdaftar menjadi salah satu pemilih. Uang dan barang masih mendominasi, Ide dan program semakin tersisih, tak di perdulikan lagi.

 

Bila merujuk pada kaidah yang ideal, sebenarnya proses berdemokrasi dikatakan sukses manakala dua hal ini terjadi,

 

Pertama, masyarakat semakin cerdas.

Karena semua partai beserta para politisinya sibuk menyuguhkan kompetisi ide dan gagasan.

 

Kedua, pada setiap perhelatan pemilu dan pilkada, akan terpilih putra putri terbaik yang memiliki kapasitas serta integritas yang kuat dan mumpuni.

 

Lalu muncul perdebatan,

Bagaimana bisa kondisi ideal tersebut kita dapatkan, bila sistem yang saat ini diterapkan masih memberi peluang kepada uang dan barang untuk terus mendominasi.

 

Butuh keberanian dari pemimpin dan wakil kita di parlemen untuk menelurkan satu kebijakan, berupa Undang-Undang Pemilu yang lebih baik, transparan dan tentunya mampu membuat peperangan uang dan barang berangsur hilang.

 

Kedepan sistem politik kita harus terus berbenah. Harus ada i’tikad yang baik dari para elite dan penyelenggara Negara kita.

 

Partai politik juga kedepan harus disupport secara lebih maksimal oleh Negara. Bagaimanapun Partai politik adalah salah satu istrumen penting, wadah kadersasi calon pemimpin bangsa.

 

Bila mau kita bedah, sepertinya tidak akan ada visi misi maupun platform dari seluruh partai politik yang bertentangan dengan misi memajukan Negara Republik Indonesia.

 

Salah satu support kongkrit yang bisa dimaksimalkan Negara kepada partai politik, adalah dengan memberikan Pembiayaan politik yang maksimal namun dibatasi, serta membuat regulasi sistem pembiayaan politik yang terbuka, transparan tetapi mampu dipertanggung jawabkan.

 

Kita tentu bersepakat, bahwa Partai politik kedepan harus memiliki competitive advantage (mampu berkompetisi sehat dan memiliki keunggulan program).

 

Bagaimana bisa suatu partai politik dapat bersaing apabila seluruh elemen di dalamnya masih berpikir mengenai bagaimana mendapatkan dana untuk menjalani roda partai, di sisi lain partai politik dituntut untuk melakukan tugas konstitusional yang cukup banyak dan berbiaya mahal.

 

Pendanaan partai politik yang cukup akan memastikan integritas parpol itu sendiri. Negara mempunyai kewajiban moral memastikan dan mendorong parpol menjadi pilar demokrasi yang berintegritas.

 

Semoga sistem pemilu dan kebijakan pesta demokarasi kita kedepan semakin baik.

 

(Imron Rosadi)

banner 1080x1080