UPT Puskemas Bernung Gencar Sosialisasikan Vaksinasi Booster

banner 728x90

Pesawaran (Radarnusantara.co) – Kurangnya minat bagi masarakat vaksinasi booster membuat kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Puskesmas Bernung Kecamatan Gedongtataan kabupaten Pesawaran harus lebih gencar lagi mesosialisasikan vaksinasi booster.

Untuk saat ini minat masyarakat terhadap booster ini masih kurang, maka dari itu perlunya sosialisasi kembali kepada masyarakat akan pentingnya vaksinasi tahap tiga untuk kekebalan tubuh.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak desa agar memberikan informasi kepada masyarakat kalau Puskesmas Bernung memberikan pelayanan vaksinasi tahap tiga atau booster. Kemudian untuk para guru pihaknya juga telah memberikan informasi kepada Disdikbud agar diteruskan kepada para guru yang sekolahnya berada di lingkungan Puskesmas Bernung,” ujar kepala Puskemas Bernung Ida Farida, kamis (13/1/2022).

Dirinya mengatakan, setiap hari siap memberikan vaksinasi tahap tiga atau booster bagi masyarakat yang telah memenuhi persyaratan pihaknya telah memulai vaksinasi tahap tiga mulai beberapa waktu lalu. Dan apa bila masarakat yang belum 6 bulan dari vaksin tahap keduanya maka tidak bisa dilakukan vaksin boster.

“Untuk saat ini pemberian vaksin diperuntukkan bagi masyarakat lansia maupun masyarakat yang memiliki penyakit penyerta,” katanya.

“Sebenarnya masyarakat berusia 18 tahun keatas dan sudah lebih 6 bulan dari vaksin tahap kedua boleh mengikuti booster ini, namun untuk saat ini lansia menjadi prioritas terlebih dahulu, tetapi melihat data dari kemarin sih kebanyakan masih dari pelayan publik, seperti guru, TNI, Polri yang meminta untuk booster ini, kalau untuk masyarakatnya masih sedikit,” tambahnya.

Dirinya juga mengatakan, pihaknya selalu membuka pelayanan vaksin baik tahap satu, dua ataupun tiga mulai senin sampai dengan jumat dari pukul 09.00 wib sampai dengan pukul 12.00 wib.

“Selama stok vaksin ada, kemudian tidak ada kegiatan vaksinasi massal di luar, kita selalu buka pelayanan vaksin di Puskesmas, untuk booster minimal itu 100 dosis vaksin yang kita siapkan, kalau permintaannya melebihi 100 ya kita keluarkan lagi kalau masih ada stok,” ujar dia.

Sementara itu, Awaludin (53) Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pesawaran yang baru melaksanakan vaksinasi tahap tiga mengatakan, selain mengikuti anjuran pemerintah untuk vaksinasi booster dirinya mengikuti vaksinasi itu agar menjaga diri dari paparan covid-19 yang telah bermutasi menjadi varian omicron. 

“Karena saya sudah masuk usia lanjut, maka saya berfikiran perlu mengikuti vaksinasi booster ini sehingga kekebalan tubuh saya juga semakin kuat, apalagi dengan aktifitas yang padat dan banyak bertemu orang kemungkinan terpaparnya jadi tinggi, maka dari itu saya ikut vaksin booster ini,” katanya.

Menurutnya, setelah menjalankan vaksinasi tahap ketiga ini tidak ada perbedaan gejala yang dirasakan saat vaksinasi tahap satu maupun dua.

“Kalau secara keseluruhan sih tidak ada bedanya, namun untuk yang ketiga ini efeknya lebih terasa pegal-pegal di tangan, kemudian badan mengalami panas dingin, kalau kata dokternya sih gejala ini akan dirasakan dua sampai tiga hari setelah vaksin,” ujarnya. (Red)

banner 1080x1080