Wajah 6 Pelaku Pembacokan Remaja Usia 16 Tahun di Sleman

banner 728x90

infogeh.net, Sleman – 6 Pelaku klitih dan pembacokan terhadap seorang remaja berinisial DHP (16) di Jalan Kaliurang, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman pada Senin (27/12) dini hari telah ditangkap Polres Sleman

“Dari ke enam pelaku ini, lima orang dewasa kemudian yang masih statusnya anak hanya MBRK (17),” kata Wachyu.
Dijelaskan bahwa RM (18) merupakan pelaku utama dia kedapatan membacok korban sebanyak dua kali. Kemudian tersangka WW (18) turut serta memukul korban dengan menggunakan helm dan tersangka AN (19) memukul dan menendang korban berkali-kali.

Selanjutnya, tersangka HAPD (19) yang masih berstatus pelajar ini memukul korban sekali, tersangka MF (18) memukul korban dengan knot atau besi.

Sementara MBRK yang diketahui drop out sejak SMP memukul korban dengan botol bir dan mengenai badan dan punggung korban.

Enam orang itu pertama atas nama RM, pelajar dari Sleman dia membacok korban dua kali menggunakan celurit. Kemudian ada WW, Sleman lulusan SMA dia memukul korban menggunakan helm, kemudian AN, Sleman ini memukul dan menendang korban berkali-kali.

Wachyu membeberkan kronologi peristiwa ini bermula saat korban bersama empat rekannya ke salah satu Warmindo di Jalan Kaliurang, Ngaglik, Sleman untuk makan.

Korban yang saat itu tengah membonceng rekannya tiba-tiba dilempar botol dan ditendang oleh sekelompok pengendara sepeda motor.

“Kurang lebih ada sekitar yang melintas pada saat itu sekitar 20 sepeda motor. Sehingga akhirnya korban karena ditendang akhirnya jatuh kemudian pada saat jatuh korban sempat dianiaya dikejar dulu, dianiaya menggunakan senjata tajam jenis celurit,” ujarnya.

Korban mengalami luka robek di bagian punggung dan telapak tangan. Selain itu telunjuk jari korban nyaris putus dan 2 giginya patah. Korban harus menerima setidaknya delapan jahitan. Sementara korban lain yaitu rekan korban mengalami memar.

Kita sudah memeriksa keterangan dari korban sendiri. Dia tiba-tiba diserang, tidak ada angin tidak ada hujan langsung diserang sama kelompok pelaku ini. Karena antara kelompok dan pelaku tidak ada hubungan saling kenal,” ujarnya.

Pelaku menjalankan aksinya dengan terpengaruh minuman keras. Satu pelaku sendiri diketahui positif mengkonsumsi obat-obatan terlarang berjenis benzo alprazolam.

“Para pelaku ini ada pengaruh juga dari minuman keras, kemudian obat-obatan dan sebagainya. Ada satu yang positif benzo alprazolam. Kita sudah koordinasikan dengan Satnarkoba untuk ditindaklanjuti informasi tersebut nanti kita dalami pengedarnya di mana,” katanya.

Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Kumparan.com

banner 1080x1080