Infogeh.co, Pesisir Barat – (Jum’at, 17 Juni 2022)STIT Al Multazam Mengadakan Seminar Pendidikan dengan mengusung tema “Menciptakan Pembelajaran yang Menyenangkan di Era Digital”. Acara yang bertempat di Kampus STIT AL-MULTAZAM Krui, dihadiri 85 peserta yang terdiri dari mahasiswa STIT AL-MULTAZAM Krui, mahasiswa STEBI Liwa, serta Praktisi Pendidikan.
Pemateri utama dalam acara ini yakni Dr. H. Fauzi, M.E.,M.kom.,Akt., C.A.,CMA. yang merupakan Wakil Bupati Pringsewu sekaligus Ketua Yayasan STIT Al-Multazam dan Pemateri kedua oleh Bapak Dwi Rohmani Mustofa, M.Pd Ketua STIT AL-MULTAZAM Pringsewu.
Acara ini dimulai dengan Pembacaan ayat Al-Qur’an oleh Ust. Asri Sanjaya, S.pd, menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan Sambutan dari Ketua STIT AL-MULTAZAM oleh Ibu Masdayani M.Sc.
Dalam sambutannya Ibu Masayani Menyampaikan sangat mengapresiasi kegiatan Seminar Pendidikan yang diselenggarakan Kampus STIT Al-Multazam Krui.
“semoga kegiatan hari ini sangat bermanfaat bagi kita dan masyarakat secara umum serta dapat mengembangkan STIT Al Multazam baik di bidang akademik maupun non akademik, Alhamdulillah Institusi kita sampai dengan hari ini telah terakrediasi B oleh BAN-PT” ungkap Ibu Masdayani.
Dalam pemaparannya yang juga Pendiri Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam (STEBI)Tanggamus Bapak Dr. H.Fauzi, M.E.,M. Kom. Akt., C.A.,CMA menyampaikan bahwa dalam dunia pendidikan, memanusiakan manusia (humanisme pendidikan) sangat diperlukan. Agar menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif untuk menciptakan kualitas pendidikan yang lebih baik.
Tidak kalah menarik pemateri kedua Bapak Dwi Rohmani Mustofa, M. Pd., menyampaikan bahwa secara praktis blanded learning merupakan jawaban dalam humanisme pendidikan di era digital. Blended learning mengkombinasikan antara penggunaan media online dengan interaksi tatap muka antara pendidikdan peserta didik yang saling menghargai dan memanusiakan.
Acara ini dipandu oleh moderator Irma Firnanda, S.Pd yang merupakan Mahasiswa STIT Multazam Krui Pesisir Barat, membacakan sebuah kesimpulan bahwa pendidikan dipahami sebagai suatu sistem, yakni kesatuan sebagai unsur yang saling berhubungan dan membantu suatu kesatuan yang menyeluruh. Berbagai unsur dalam pendidikan islam selanjutnya akan dibahas secara kritis, universal, radikal dan reflektif. Dengan harapan (a) mampu menggunakan cara berfikir sistematis-sistemik dalam mengkaji berbagai unsur pendidikan utamanya islam, (b) memiliki kepekaan terhadap berbagai isu-isu aktual yang menuntut respon dari dunia pendidikan (islam), (c) menemukan fenomena atau permasalahan dalam pendidikan islam yang bisa dijadikan sebagai tema agenda penelitian..*Budi Klana
















