Warga Desa Pucuk Mojokerto Jadi Jutawan dan Borong Puluhan Sepeda Motor, Ini Penyebabnya!

banner 728x90

infogeh.net, – Meroketnya harga cabai membawa berkah bagi para petani cabai di Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Mereka dapat memborong mobil dan puluhan sepeda motor berkat harga cabai yang melambung tinggi.

Di antara banyak petani cabai yang beruntung itu salah satunya ada di Desa Pucuk, Kecamatan Dawarblandong. Sekitar 90% dari 1.100 keluarga di desa ini mengais rezeki di sektor pertanian. Luasan lahan yang mereka garap untuk bertanam cabai rawit pun bervariasi. Mulai dari 500 meter persegi hingga lebih dari 1 hektare. Tersebar di Dusun Wotgaru, Pucuk, Brejel Lor, Brejel Kidul dan Kwarigan.

“Cabai komoditas yang diunggulkan masyarakat sini. Setiap tahun saat masuk musim hujan ya tanam cabai,” ujar Kades Pucuk, Nanang Sudarmawan, Rabu (31/3/2021).

Panen raya sejak akhir Januari lalu, lanjut Nanang, benar-benar fenomenal. Betapa tidak, hasil panen yang melimpah disambut dengan harga cabai rawit yang mencapai Rp 95.000/kg. bahkan di tingkat pengecer harganya bisa sampai Rp110.000/kg.

Tak ayal banyak petani cabai di desanya mendadak jadi jutawan. Bahkan, keuntungan panen cabai yang besar membuat para petani di Desa Pucuk memborong sekitar 50 sepeda motor dan 3 mobil. Mayoritas sepeda motor baru yang dibeli para petani cabai di Desa Pucuk ini adalah Honda Scoopy dan Honda PCX. Ada pula yang mampu merenovasi rumah senilai Rp50 juta.

“Banyak yang beli motor memang benar, kurang lebih satu desa 50 orang. Ada tiga orang yang beli mobil jenis Toyota Avanza dan Suzuki Ertiga dari hasil panen cabai,” ungkapnya.

Salah seorang petani di Dusun Pucuk, Desa Pucuk, Listiono, 56, mampu membeli mobil Toyota Avanza dari hasil panen cabai rawit. Mobil warna putih itu dia beli dalam kondisi bekas sekitar 2 pekan yang lalu seharga Rp145 juta.

“Karena mobil menjadi kebutuhan keluarga. Anak saya tinggalnya jauh di Lumajang, saudara juga jauh-jauh. Biasanya numpang mobil saudara kalau ke sana. Sekarang alhamdulillah jelek-jelek sudah punya sendiri,” terangnya.

Manisnya musim panen cabai rawit tahun ini juga dirasakan Ngatiyo, 50, petani di Dusun Pucuk. Melimpahnya keuntungan yang dia peroleh, membuat bapak dua anak ini mampu merenovasi dapur rumahnya.

“Karena lebih, saya gunakan membangun dapur rumah Rp50 juta,” tandasnya.

Berita ini sebelumnya dimuat di solopos.com

banner 1080x1080