infogeh.net, Inspirasi – Hidup ini adalah perjalanan panjang. Jauh sebelum kita ada di alam fana ini kita sudah berada di alam azali dalam wujud ruh. Saat itu kita telah diambil sumpah oleh Allah Sang Pencipta agar kita hanya menjadikan Allah saja sebagai Tuhan sesembahan [QS.7:172]
Lalu Allah ciptakan kita di dalam rahim, dan ruh yang tadi telah diambil sumpahnya diletakkan oleh Allah di dalam jasad dan jadilah kita manusia yang sempurna kejadiannya. [QS.32:8-9]
Dari alam rahim ini, Allah taqdirkan kita hadir di alam dunia ini, memandang luasnya alam, menempati lapangnya tanah, menghirup sejuknya udara, meminum segarnya air, menikmati hangatnya sinar mentari, memakan beraneka ragamnya makanan, dan kita tumbuh dan berkembang di atas hamparan bumi, menikmati fasilitas anugerah Allah yang tak ternilai harganya dan tak tak hitung banyaknya. [QS; 14:34]
Dengan nikmat yang tak terhingga itu Allah hanya meminta kepada kita dua hal yaitu syukur dan sabar.
Bersyukur atas segala nikmatnya dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya dan bersabar atas segala musibah dan ujian kehidupan dengan berserah diri dan tawakal pada-Nya.
Inilah ringkasan dari seluruh bentuk ibadah yang menjadi tujuan dari diciptakan manusia.
Kehidupan dunia ini adalah kehidupan yang sangat singkat dan sangat sedikit jika dibandingkan dengan kehidupan setelah itu. [QS. 9:38 dan QS. 2:36]
Tapi kehidupan yang singkat dan sedikit ini akan menentukan nasib kita di pos-pos selanjutnya dari kehidupan. Ia adalah tempat kita menyemai benih yang kelak akan kita ketam.
Setelah kehidupan di dunia ini perjalanan kita masih sangat panjang.
Kita akan melewati alam barzakh, akan dikumpulkan di Padang Mahsyar, akan hisab langsung oleh Allah tanpa perantara dan akan dibagikan catatan amal kita selama di dunia ini. Setelah itu akan digiring menuju tepi neraka jahanam dan siap-siap melintasi shirath atau jembatan yang tajamnya lebih tajam dari pedang yang tertajam dan kecilnya lebih kecil dari rambut.
Pertanyaannya, apa yang sudah kita siapkan sebagai teman di alam kubur yang sepi? Apa yang sudah kita siapkan agar kuburan yang sempit itu terlihat luas dan indah, tidak menyeramkan?
Apa yang sudah kita persiapkan untuk hari di mana kita semua akan dikumpulkan di satu tempat tanpa alas kaki dan tanpa busana. Kita akan berdiri selama 50 ribu tahun menunggu hisab dari Allah. Apa yang sudah kita persiapkan agar kaki kita kuat tidak kelelahan, perut kita tidak terasa haus dan lapar, diri kita tidak terasa panas walau matahari didekatkan dengan sedekat-dekatnya?
Apa yang sudah kita persiapkan agar saat amal kita ditimbang, amal kebaikan kita lebih berat dari amal kejahatan kita.
Apa yang sudah kita persiapan agar kitab catatan amal kita diberikan dari dari arah kanan, bukan dari belakang atau dari arah kiri?
Apa yang kita persiapkan agar selamat dan tidak terjatuh ke dalam neraka jahanam saat melintas di atas jembatan yang membentang di atas neraka jahanam.
Apa yang kita persiapkan agar selamat dan dan kaki kita tidak tergelincir saat melintas di atas jembatan yang membentang di atas neraka jahanam yang dalamnya jika dijatuhkan batu yang besar dari bibirnya akan sampai di dasarnya 70 tahun kemudian.
Jahanam yang memiliki 70 ribu kendali dan setiap kendali dikendalikan 70 ribu malaikat.
Apa yang sudah kita persiapkan untuk menghadapi hari-hari yang pasti akan kita lewati itu…?
Pertanyaan-pertanyaan yang patut menjadi renungan kita ketika kaki kita masih menapak di muka bumi ini. _•
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan”. [Surat Al-Hasyr, Ayat 18]
[Komiruddin Lc Ketua Yayasan Rumah Al-Qur’an Ali Imron Lampung]
















