Evakuasi Bencana Sulteng Berakhir 11 Oktober, Rumah Zakat Akan Lanjutkan Kerja Relawan

banner 728x90

infogeh.net, Bandar Lampung – Pemerintah melalui BNPB pada hari Kamis (11/10) akan mengakhiri masa pencarian dan evakuasi bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah berdasarkan standar Search & Rescue BNPB.

Seperti diperkirakan, jumlah korban meninggal dan hilang di Sulawesi Tengah membengkak lebih besar daripada yang sering diberitakan. Dari sumber Kepala Pusat Data Informasi
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) atau Basarnas akan mengakhiri operasi evakuasi korban meninggal pada sore hari, 11 Oktober 2018. Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI (Mar) Bambang Suryo menyampaikan bahwa Basarnas sepenuhnya mengakhiri operasi evakuasi pada tanggal tersebut. Pihaknya akan menyerahkan tugas kepada Basarnas wilayah Kota Palu.

“Operasi evakuasi kami akhiri sampai tanggal 11 Oktober 2018 sore hari, setelah itu kami hentikan.

Sementara itu, jumlah korban jiwa per 10 Oktober 2018, pukul 13.00 WIB sebagai berikut, korban meninggal dunia (MD) 2.045 jiwa, dengan rincian Kota Palu 1.636 jiwa, Donggala 171, Sigi 222, Parigi Moutong 15, dan Pasangkayu di Sulawesi Barat 1 orang. Dari jumlah tersebut, semua korban meninggal telah dimakamkan baik secara massal maupun di pemakaman keluarga. Korban luka mencapai 10.679 dengan rincian luka berat 2.549 jiwa dan luka ringan 8.130.

Menanggapi hal ini, CEO Rumah Zakat Nur Efendi menyampaikan bahwa timnya masih akan berada di lokasi dan melanjutkan ke tahap pemulihan.

Sejak hari ke-2 bencana gempa dan tsunami yang menimpa Donggala, Palu, Sigi dan sekitarnya tim Rumah Zakat telah melakukan tugas-tugas evakuasi, asesmen cepat, pelayanan medis, bantuan logistik dan bantuan pangan. “Saat ini kami telah menerjunkan 45 tim evakuasi, 11 tim medis, 3 unit mobil ambulans dan1 unit mobil klinik. Selain itu dibuka juga 3 dapur um dan 4 pos layanan. Selasa sore 10/10 Rumah Zakat memberangkatkan kembali tim medis.
Pekan depan kembali Rumah Zakat akan mengirimkan kembali logistik berupa 50 ribu paket superqurban dan logistik lainnya,” tambah Nur Efendi , Chief Eksekutif Officer.

Rumah Zakat telah mempersiapkan rencana aksi tanggap bencana pasca pemberhentian pencarian dan evakuasi yaitu masa rehabilitasi dan rekonstruksi. “kami akan mulai mendirikan hunian sementara, penyiapan sekolah darurat dan penyediaan layanan kesehatan. Selain itu akan ada pendampingan ekonomi untuk warga terdampak,” tutur Murni Alit Baginda, Chief Program Officer Rumah Zakat.

“Kedepannya, kita berencana mendirikan desa berdaya dengan program pemberdayaan yang terintegrasi di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan dan lingkungan. Upaya tersebut agar warga terdampak dapat kembali pada kehidupannya seperti saat bencana belum terjadi.

Pola Program pemberdayaan berkelanjutan yang diimplementasikan di Sulteng ini sudah dan sedang dijalankan di NTB pasca gempa melanda wilayah lombok.”tambahnya.

banner 1080x1080