Kabar Baik, Rektor Universitas Lampung Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

banner 728x90

infogeh.net, Bandar Lampung  – Kabar baik untuk civitas akademika Universitas Lampung (Unila). Orang nomor satu kampus hijau kebanggaan masyarakat Lampung, Profesor Karomani dinyatakan telah sembuh dari Covid-19 (negatif).

Hasil Pemeriksaan Covid dari Laboratorium Intibios yang dilakukan pada 12 Desember lalu telah keluar pada Senin, 14 Desember 2020, menyatakan Prof Karomani negatif Covid-19.

“Alhamdulillah saat ini saya sudah di rumah. Sejak Jumat, 11 Desember 2020, kemarin sudah isolasi mandiri, tapi Kamis, 10 Desember 2020, lalu hasilnya masih positif. Lalu hampir sepekan saya cek kemarin dan alhamdulillah hasilnya negatif,” jelas rektor, Senin, 14 Desember 2020, malam.

Menurutnya, dalam waktu dekat istrinya juga akan kembali diswab untuk memastikan telah negatif atau belum.

“Ibu juga mau diswab untuk memastikan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Karomani menyatakan kesiapannya untuk kembali beraktifitas di kampus.

“Insya Allah saya siap masuk, mudah-mudahan bisa menjaga kesehatan bersama. Mungkin Rabu, 16 Desember 2020, saya masuk. Saya sudah beritahu staf dan pimpinan Unila. Pekerjaan tertunda kita agendakan untuk kita selesaikan secepatnya,” kata mantan Wakil Rektor III Unila itu.

Ia pun meminta masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari agenda makan bersama.

Sebab, menurutnya pada saat itu justru menjadi momen paling berbahaya dan rentan terjadi penularan Covid-19. “Utamanya jangan sampai makan bersama. Itu paling berbahaya, droplet tanpa sadar masuk tubuh. Kita ngobrol ada angin, sangat beresiko. Hindari makan bersama dan berkerumanan,” tegas Rektor.

Ini, lanjut Karomani, sangat penting lantaran masyarakat tidak bisa menunggu vaksin. Menjaga protokol kesehatan Covid-19 lebih baik daripada mengobati.

“Saya udah merasakannya. Bayangkan orang punya penyakit paru, kanker itu menunggu tahunan. Saya bukan mendramatisasi. Ini supaya kita hati-hati,” ujar Rektor bersemangat.

Saat dimintai informasi terkait apa yang dirasakannya saat Covid-19 menyerang, Karomani merasakan demam tinggi. Lebih jauh, ia merasakan sakit kepala. Rektor bersyukur tidak mengalami sesak nafas, diare.

“Kalau saya kan memang pertama demam tinggi dan sakit kepala. Gejala lain alhamdulillah saya tidak sesak nafas. Istri saya dua minggu infus terus, dia lengkap tidak nafsu makan dan nafas sesak. Saya alhamdulillah demam tinggi kepala pusing dan sakit. Mungkin karena imun saya sangat kuat. Saya justru di RS itu mengurus ibu (istri),” tuturnya.

Untuk saat ini, ia dan istri telah berada di rumah. Sementara anak-anak tinggal di tempat terpisah. “Anak-anak tempat tersendiri,” kata Karomani.

Berita dan informasi ini sudah diterbitkan terlebih dahulu dihalaman resmi Lampost

banner 1080x1080