Kasus Penganiyaan di Sekolah, Siswa di Sundut Rokok dan Tusuk Wajah Pakai Pensil Oleh Guru

banner 728x90

infogeh – Kasus dugaan oknum guru menganiaya siswa kelas III SD terjadi di Garut. Diduga, oknum guru menganiaya siswa mulai dari menusuk wajah siswa dengan pensil hingga menyundut rokok. Akibatnya, para siswa kelas III SD tersebut enggan bersekolah. Seorang oknum guru PNS di SDN Sukamanah 3 Kecamatan Bayongbong, Garut dilaporkan ke polisi.

Oknum guru tersebut telah diamankan setelah para orangtua siswa melaporkan penganiayaan sang guru kepada anak mereka. DS (58), dilaporkan orangtua siswa karena telah menganiaya anak yang belum bisa berhitung perkalian. Penganiayaan tersebut mengakibatkan siswa enggan masuk sekolah lagi karena trauma.

Seorang orangtua siswa yang anaknya dianiaya sang guru, Neneng Muslimah (29) mengungkapkan, penganiayaan terungkap setelah anaknya yang duduk di kelas III SD, tidak mau sekolah beberapa hari belakangan.

Awalnya, menurut Neneng, anaknya enggan mengakui alasannya tidak mau sekolah karena sering dipukul oleh gurunya. Belakangan, anaknya mengaku trauma sekolah karena sering dipukul gurunya.

“Saya tanya ke orangtua siswa yang lain, ternyata sama, yang lain juga tidak mau sekolah,” kata Neneng, saat ditemui di Mapolsek Bayongbong, Rabu (24/10/2018).

Menurut Neneng, dari pengakuan anaknya, sang guru pernah menusuk wajah anaknya menggunakan pensil. Makanya, anaknya enggan sekolah agar tak bertemu gurunya. Awalnya, Neneng mengira, peristiwa tersebut hanya karena anaknya saja yang nakal. Namun ternyata, banyak anak lain yang juga merasakan hal serupa seperti anaknya. Karena itu, Neneng dan orangtua siswa lain ingin agar guru menganiaya siswa tersebut, tak lagi mengajar di sekolah anaknya lagi. Orangtua siswa lainnya, Kokom (31) mengungkapkan hal serupa. Anaknya mengaku wajahnya pernah disundut dengan rokok karena tak bisa perkalian.

banner 1080x1080