infogeh.net, Bandar Lampung – Fenomena Tsunami yang terjadi di perairan selat sunda, pada Sabtu malam, 22/12/2018, memaksa banyak warga Bandar Lampung yang tinggal di pesisir pantai mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Sebagian di antaranya mengungsi ke komplek kantor Gubernur Lampung di Telukbetung.
Sejak Sabtu malam warga dari berbagai wilayah berbondong-bondong datang ke komplek ini. Meski relatif tak jauh dari pantai, kantor Gubernur Lampung berada di dataran yang cukup tinggi.
Pantauan infogeh.net , hingga Minggu sore, 23/12/2108, masih banyak warga yang bertahan di sana. Mereka mengaku belum berani pulang ke rumah karena masih trauma dan khawatir air laut naik kembali.
“Belum berani pulang soalnya rumah saya tepat di pinggir laut,” ujar Darsini (37), warga Gudang Lelang, Telukbetung di lokasi pengungsian.
Bersama suami, 3 anak, dan mertuanya, Darsini tanpa pikir panjang langsung menyelamatkan diri saat gelombang laut pasang. Hingga kini keluarganya masih menunggu keterangan dari pemerintah sebelum yakin untuk kembali ke rumah.
Mertua Darsini yang ikut mengungsi kondisinya lebih memprihatinkan. Sang mertua menderita diabetes dan sulit untuk berjalan.
“Merua saya juga masih takut untuk pulang ke rumah. Dia susah jalan. Semalam saat kejadian sampai dituntun,” tuturnya.
Tsunami yang menerjang Selat Sunda pada Sabtu malam, mengakibatkan setidaknya 43 orang meninggal dunia dan ratusan orang lainnya luka-luka. Korban terdampak tsunami menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau tersebut terdapat di Provinsi Banten dan Lampung.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, hingga Minggu pagi, terdata 43 orang meninggal Dunia, 584 Luka-Luka, dan 2 lainnya hilang.
Khusus Lampung, sebanyak 7 orang dilaporkan meninggal dunia dalam bencana yang sempat dikabarkan sebagai gelombang air laut pasang tersebut.
















