Mendikbud Siap dirikan Sekolah Darurat di Lampung dan Banten

banner 728x90

Infogeh – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, pihaknya sedang melakukan identifikasi jumlah sekolah rusak di wilayah Banten dan Lampung setelah terdampak bencana tsunami beberapa waktu lalu.

“Ini kan kita baru identifikasi sekolah-sekolah rusak. Kemendikbud biasanya bertanggung jawab untuk memastikan bahwa sesuai dengan Inpres ya. Bertanggung jawab menjamin memastikan kegiatan proses belajar mengajar,” kata Muhadjir di Malang, Kamis, 27 Desember 2018.

Langkah terdekat, adalah mengirim bantuan alat tulis. Sebab, buku dan alat tulis wajib dihadirkan agar proses belajar mengajar tetap berjalan. Langkah kedua adalah memberikan trauma healing untuk memulihkan mental korban bencana tsunami.

“Karena itu yang harus dilakukan Kemendikbud biasanya. Kemudian akan afirmasinya berupa pemberian bantuan-batuan alat tulis, kemudian trauma healing,” ujar Muhadjir.

Selain itu, Kemendikbud akan memberikan tunjangan bagi guru di wilayah Banten dan Lampung yang terdampak bencana tsunami. Pihaknya juga akan mengirim tenda untuk kelas darurat agar proses belajar mengajar tetap berjalan.

“Kemudian bantuan untuk para guru biasanya tunjangan khusus untuk guru. Kemudian tenda untuk kelas darurat kemudian ada ruang kelas darurat sementara. Kemudian baru diambil alih oleh PUPR berupa sekolah darurat kemudian sekolah permanen.”

Seperti diketahui, pada 22 Desember 2018 lalu, masyarakat sekitar pesisir Selat Sunda, dikagetkan dengan datangnya air laut atau tsunami yang tiba-tiba menerjang ke pemukiman penduduk. Tidak seperti biasanya, tsunami yang datang tiba-tiba tanpa ditandai dengan gempa bumi sebelumnya itu menerjang sejumlah kabupaten di provinsi Banten dan Lampung.

Data BNPB per 26 Desember kemarin, jumlah korban jiwa akibat musibah itu tercatat 430 orang, 1495 orang luka-luka, 159 orang masih hilang, dan 21991 orang mengungsi.

banner 1080x1080