infogeh.co, Bandar Lampung – Yayasan Flight Indonesia mencatat terdapat lebih dari 40 ribu burung asal Sumatra diselundupkan ke Jawa setiap bulannya.
Dari jumlah itu penyumbang terbesarnya berasal dari Lampung, yaitu 30 persen. Hal itu berdasarkan jumlah penyitaan satwa liar dari 50 kegiatan penyitaan selama 2022. Bahkan, sekitar 20 pedagang besar burung Sumatra menjadikan Lampung sebagai transit sebelum diselundupkan ke Jawa.
“Mereka memiliki gudang yang tersebar di beberapa lokasi di Lampung, seperti di Pringsewu, Way Kanan, Metro, dan Bandar Lampung,” kata Direktur Eksekutif Flight Indonesia, Marison Guciano, Rabu, 11 Januari 2023.
Lembaga itu juga mencatat ada 34.517 ekor satwa liar hidup disita di Lampung sepanjang 2022 dengan 99,99 persen merupakan burung.
“Mulai dari burung tidak dilindungi, seperti prenjak dan pleci hingga burung dilindungi, seperti serindit melayu, Cica daun besar, cica daun kecil, dan cica daun sayap biru,” jelasnya.
Selain itu, Lampung juga memiliki jaringan pedagang satwa liar dilindungi yang berbeda dengan jaringan pedagang burung.
“Mereka memperdagangkan owa, kucing hutan, lutung, dan satwa lainnya. Mereka jumlahnya tidak sebanyak pedagang ilegal burung kicau,” ujarnya.
Selain itu, Lampung juga dijadikan sebagai jalur perlintasan bagi penyelundupan satwa liar untuk spesies dari Indonesia bagian timur, seperti spesies asal Papua dan Maluku.
“Lampung juga tempat transit satwa liar ke luar negeri, seperti Thailand, Malaysia dan Vietnam,” pungkasnya.
Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Lampost.co
















