infogeh – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung menggelar Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira), Rabu (28/11/2018).
Ribuan mahasiswa memadati Tempat Pemungutan Suara (TPS) disetiap fakultas untuk memilih presiden mahasiswa, gubernur fakultas, dan bupati jurusan.
Namun, Pesta demokrasi mahasiswa tersebut dinodai dengan adanya tindakan provokasi yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung-jawab dan menyebab kericuhan yang menghasilkan korban luka – luka dan kerusakan TPS.
Pantauan Tim Infogeh, ribuan mahasiswa menduduki sambil membakar ban di gedung rektorat, guna menuntut melaksanakan pemira ulang karena diduga ada penggelembungan suara pada Pemilihan umum raya (pemira) Presiden Mahasiswa (Presma), Gubernur, Bupati dan Dewan Mahasiswa UIN Raden Intan Lampung.
Sejumlah pihak sangat menyayangkan adanya tindakan tersebut, yang mana seharusnya pemira dijadikan ajang pembelajaran demokrasi demi mengarah perubahan yang lebih baik, akan tetapi justru terdapat oknum yang menodai pesta demokrasi mahasiswa UIN Raden Intan.
















