Berbagai ucapan aneh keluar dari mulutnya, mulai Maryani Purba (50), korban yang dia tembak yang menurutnya pembenci Presiden Jokowi, hingga anak korban yang masuk di Perguruan tinggi. Karena alasan yang belum jelas, kenapa menembak dua tetangganya. Sehingga patut diduga pelaku mengalami gangguan jiwa. “Kalau dia (Maryani) itu benci Jokowi, dia di pasar Cimeng bawa Dagangan, melotot terus kata Pak Jokowi, biarin aja.

Terus anaknya juga padahal enggak pinter tapi masu kuliah, saya dulu walau mabok pas sekolah di SMAN 2 Bandar Lampung (Red sekarang SMAN 8), peringkat enam nilai ebtanas,”, ujarnya sambil bercerita di Mapolresta Bandar Lampung, Kamis (13/9/2018).

Alasan Beda pun dikemukakan pelaku ketika menembak korban lainnya, yakni Dapit Riki Fahrijal (35), motifnya pun tak masuk akal, dan cenderung berbau mistis. “Kalau dia (Red Dapit), itu Penghianat Gajah, kucing Macan Akar Hutan, Ibaratnya Gajah Nginjek Kucing,” katanya.

Disinggung soal kedua Korban, pelaku memang mengenal keduanya sebagai tetangga. Sementara, senapan angin, ia dapatkan dengan membeli Rp. 500.000 dari kawannya. “Itu senapan saya beli buat nembak tikus, saya kan melihara bebek,” katanya.